Jakarta - Pengusaha IT sekaligus pemilik perusahaan raksasa di bidang teknologi piranti lunak Microsoft Corporation, Bill Gates dikabarkan
berkunjung ke Indonesia pada 8 Mei mendatang, dalam rangka mengikuti "Government Leaders Forum" (GLF) kawasan Asia Pasifik, acara tersebut
disponsori Pemerintah Indonesia langsung dan Microsoft.
"Kunjungan tersebut merupakan balasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007 ke markas Microsoft, di Seattle, Amerika Serikat.
Bill Gates akan berbicara dalam forum pleno GLF bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (9/5)," kata Menko Kesra Aburizal
Bakrie, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa malam.
Aburizal menjelaskan acara GLF kawasan Asia Pasifik adalah pertemuan para pemimpin negara dan pebisnis di kalangan Asia Pasifik yang
dilaksanakan setiap tahun.
Dalam forum itu para pemimpin pemerintahan dan pengusaha akan bertukar pengalaman tentang masa depan kawasan Asia Pasifik terutama di bidang
Information Communications and Telecommunications (ICT), pendidikan, kesehatan dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Sekitar 250 orang perwakilan pemimpinan pemerintah dan perusahaan akan hadir dalam GLF 2008, dan diharapkan sebagai tuan rumah sektor ICT
Indonesia bisa lebih maju," katanya.
Untuk GLF 2008, tema yang diusung adalah "Surfing the Citizen: The Transformative Power of Information Technology in Delivering Government
Services," dengan penekanan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain menghadiri GLF, Bill Gates juga akan menjadi pembicara pada Presidential Lecture pada Jumat pagi (9/5) pukul 07.30 WIB di Balai Sidang
Jakarta (JHCC).
Aburizal Bakrie mengatakan acara ini juga diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan diperkirakan bakal dihadiri sekitar 2.500
orang termasuk 1.200 orang mahasiswa, kalangan media, LSM dan masyarakat umum.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, bahwa pemerintah Indonesia berharap kunjungan Bill Gates dan pelaksanaan
GLF 2008 di Jakarta, dapat mendorong kerja sama di bidang ICT sehingga pelayanan pemerintah dapat dilakukan lebih baik.
ICT juga merupakan sarana mengentaskan kemiskinan. "ICT adalah instrumen untuk mengurangi kemiskinan dengan cara perluasan akses seperti
melalui pendidikan sehingga bisa mengurangi digital divide (kesenjangan digital)," kata Mendag.
Pada 2006 Indonesia masih berada di posisi "priority watch list", sementara saat ini kondisinya membaik masuk menjadi kelompok "watch list".
"Indonesia naik pangkatlah dalam hal tingkat pembajakan piranti lunak," ujarnya.
Ia membantah kehadiran Bill Gates di Jakarta merupakan "hadiah" atas penurunan tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia.
Selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala negara, telah dilangsungkan empat kali "Presidential Lecture" antara lain diberikan
Geoffrey Sachs, Direktur Proyek Millenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Millenium Development Goals (MGDs), Nicholas Stern begawan
ekonom Inggris yang sekaligus Penasihat Perubahan Iklim dan Pembangunan untuk Pemerintah Inggris.
Selanjutnya mantan Perdana Menteri dan mantan Menteri Keuangan Pakistan, Shaukat Aziz yang menyampaikan tentang pembangunan di Pakistan, dan
Muhammad Yunus dari Bangladesh --Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006--, tentang tentang kredit mikro.
Dalam forum GLF itu, beberapa menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkominfo Muhammad Nuh, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendag
Mari Elka Pangestu, akan menyampaikan pencapaian Indonesia di bidang ICT termasuk kebijakan dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kadin Indonesia menyambut baik kunjungan Bill Gates, karena kunjungan ini dianggap sebagai sinyal positif bagi iklim investasi
di Indonesia.(Pdi)
berkunjung ke Indonesia pada 8 Mei mendatang, dalam rangka mengikuti "Government Leaders Forum" (GLF) kawasan Asia Pasifik, acara tersebut
disponsori Pemerintah Indonesia langsung dan Microsoft.
"Kunjungan tersebut merupakan balasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007 ke markas Microsoft, di Seattle, Amerika Serikat.
Bill Gates akan berbicara dalam forum pleno GLF bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (9/5)," kata Menko Kesra Aburizal
Bakrie, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa malam.
Aburizal menjelaskan acara GLF kawasan Asia Pasifik adalah pertemuan para pemimpin negara dan pebisnis di kalangan Asia Pasifik yang
dilaksanakan setiap tahun.
Dalam forum itu para pemimpin pemerintahan dan pengusaha akan bertukar pengalaman tentang masa depan kawasan Asia Pasifik terutama di bidang
Information Communications and Telecommunications (ICT), pendidikan, kesehatan dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Sekitar 250 orang perwakilan pemimpinan pemerintah dan perusahaan akan hadir dalam GLF 2008, dan diharapkan sebagai tuan rumah sektor ICT
Indonesia bisa lebih maju," katanya.
Untuk GLF 2008, tema yang diusung adalah "Surfing the Citizen: The Transformative Power of Information Technology in Delivering Government
Services," dengan penekanan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain menghadiri GLF, Bill Gates juga akan menjadi pembicara pada Presidential Lecture pada Jumat pagi (9/5) pukul 07.30 WIB di Balai Sidang
Jakarta (JHCC).
Aburizal Bakrie mengatakan acara ini juga diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan diperkirakan bakal dihadiri sekitar 2.500
orang termasuk 1.200 orang mahasiswa, kalangan media, LSM dan masyarakat umum.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, bahwa pemerintah Indonesia berharap kunjungan Bill Gates dan pelaksanaan
GLF 2008 di Jakarta, dapat mendorong kerja sama di bidang ICT sehingga pelayanan pemerintah dapat dilakukan lebih baik.
ICT juga merupakan sarana mengentaskan kemiskinan. "ICT adalah instrumen untuk mengurangi kemiskinan dengan cara perluasan akses seperti
melalui pendidikan sehingga bisa mengurangi digital divide (kesenjangan digital)," kata Mendag.
Pada 2006 Indonesia masih berada di posisi "priority watch list", sementara saat ini kondisinya membaik masuk menjadi kelompok "watch list".
"Indonesia naik pangkatlah dalam hal tingkat pembajakan piranti lunak," ujarnya.
Ia membantah kehadiran Bill Gates di Jakarta merupakan "hadiah" atas penurunan tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia.
Selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala negara, telah dilangsungkan empat kali "Presidential Lecture" antara lain diberikan
Geoffrey Sachs, Direktur Proyek Millenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Millenium Development Goals (MGDs), Nicholas Stern begawan
ekonom Inggris yang sekaligus Penasihat Perubahan Iklim dan Pembangunan untuk Pemerintah Inggris.
Selanjutnya mantan Perdana Menteri dan mantan Menteri Keuangan Pakistan, Shaukat Aziz yang menyampaikan tentang pembangunan di Pakistan, dan
Muhammad Yunus dari Bangladesh --Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006--, tentang tentang kredit mikro.
Dalam forum GLF itu, beberapa menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkominfo Muhammad Nuh, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendag
Mari Elka Pangestu, akan menyampaikan pencapaian Indonesia di bidang ICT termasuk kebijakan dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kadin Indonesia menyambut baik kunjungan Bill Gates, karena kunjungan ini dianggap sebagai sinyal positif bagi iklim investasi
di Indonesia.(Pdi)

